Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resep dan Cara Membuat Makanan Sehat Berkelanjutan

CahayaPerdana.com - Usia bumi yang semakin tua dengan masalahnya yang kompleks menimbulkan kesadaran para pegiat kuliner yang tergabung dalam Generasi Baru Dapur Indonesia (GBDI) menghadirkan menu dengan bahan baku pangan sehat dan berkelanjutan.

Makanan yang bersumber dari bumi mengalami penurunan kualitas. Baik dari tanah, udara, dan airnya. Hal itu terjadi sebagai impact kita yang sering kali memanen dengan cepat tanpa memberikan kesempatan mereka untuk reproduksi kembali.

GBDI ingin mengampanyekan makanan berkelanjutan yang ketika dibuatnya tidak merusak bumi. Contohnya dalam pemilihan daging sapi sebagai bahan baku, risiko lingkungan yang diterima bumi cukup tinggi. Seperti limbah air dan ketersediaan pangannya. Sedangkan kita masih punya pilihan protein nabati yang berlimpah ruah. Kenapa harus pilih yang hewani.

Chef Chandra Yudasswara merupakan salah satu master trainer dalam gerakan kampanye "Makan Sehat, Pangan Bijak". Gerakan ini diperkenalkan pada 2017 di Bandung sebagai kota aksi GBDI pertama. GBDI diinisiasi oleh beberapa organisasi di antaranya HIVOS, Indonesian Chef Association (ICA), Asian Management Consulting, Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI), Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, 1000 Kebun, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Center for Sustainable Food Study Universitas Padjadjaran (CSFS Unpad), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesian (APRINDO), dan lain-lain.

Gerakan tersebut menyasar pada perubahan pola makan. GBDI hadir untuk memberikan lima pengalaman baik dalam makan sehat dan memilih pangan bijak. Di antaranya sehat dan bijak, enak, berkualitas dan aman, pengalaman gastronomi, dan terjangkau.

GBDI memiliki 14 master trainer, yaitu para agen perubahan yang akan mendiseminasikan pesan-pesan GBDI melalui berbagai kegiatan. Para master trainer terdiri atas jura masak berpengalaman dari berbagai sektor yang telah dilatih oleh pakar-pakar internasional dari organisasi-organisasi mitra internasional GBDI.

Pangan sehat adalah makanan yang memenuhi seluruh kebutuhan gizi bagi tubuh dan mampu dirasakan secara fisik dan mental. Pangan bijak merupakan terminologi yang dipilih dari terjemahan sustainable food yang digunakan secara internasional. Pangan bijak itu lokal, sehat, adil, dan lestari.

Berikut ini resep dan cara membuat makanan sehat berkelanjutan, yakni resep membuat Tahu Bayam Labu Kukus dengan Sambal Salsa Tomat Lemon.

Bahan-bahan:
150 gr tahu kuning dihancurkan
2 butir telur ayam dikocok
80 gr labu siam direbus dan dikupas kulitnya
30 gr bawang bombai dipotong dadu
100 gr bayam diblansir
30 gr wortel potong dadu kecil
30 gr daun bawang potong kecil
50 gr jamur kancing potong kecil
60 ml kaldu ayam

Seasoning:
40 gr margarine
2 sdm minyak zaitun

Sambal Salsa:
120 gr tomat merah potong dadu besar
100 gr tomat hijau potong dadu besar
1 buah lemon
40 gr cabai merah
30 gr cabai rawit (cengek domba)
20 gr daun kemangi
15 gr bawang putih cincang
Garam, gula secukupnya
30 gr bawang merah cincang
15 ml minyak kelapa

Cara membuat:
  1. Tumis wortel, labu dan jamur sampai halus lalu campur dalam hancuran tahu, kaldu ayam, dan telur. Pastikan tercampur dengan baik.
  2. Tuang dalam cetakan single canape dan hiasi atasnya dengan sayuran yang dipotong dadu.
  3. Kukus dengan sistem bain Marie sampai siap dan matang atau sekitar 15 menit, diamkan sejenak sebelum dicetak.

Sambal salsa:
Campur semua bahan dalam mangkuk kemudian tuangkan minyak kelapa panas, koreksi bumbu /rasanya.

Sajikan tahu bayam labu kukus dengan saus salsa di atasnya. 

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.
Follow Berita/Artikel Cahaya Perdana di Google News