IBX5B7AA7B12AEAB Ragam Cara untuk Hidup Sehat Sesuai Kemampuan Kita - Cahaya Perdana

Iklan

Ragam Cara untuk Hidup Sehat Sesuai Kemampuan Kita

CahayaPerdana.com - Banyak cara untuk hidup sehat, di antaranya mengatur pola makan. Biasakan mengonsumsi makanan sehat. Hindari jenis makanan yang berisiko mengundang penyakit. Selain itu, aktivitas olah raga pun berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Tapi yang perlu diingat, pilihlah jenis olah raga yang tepat dan sesuai kemampuan kita.

Dulu sempat booming olah raga bersepeda. Saking memasyarakatnya bersepeda, nyaris tak ada minggu tanpa lomba sepeda santai. Semua kota menggelar kegiatan tersebut. Tua-muda, pria-wanita, benar-benar menggandrungi bersepeda. Efeknya, banyak gerakan kembali ke sepeda dan melahirkan sejumlah komunitas sepeda.

Tak ada salahnya menjatuhkan pilihan kepada olah raga bersepeda sebagai aktivitas menyehatkan. Selain biaya yang dikeluarkan relatif terjangkau, bersepeda termasuk olah raga ringan yang menyenangkan. Rute bersepeda bisa mengambil lingkungan yang masih asri. Dengan menikmati pemandangan yang tidak membosankan, tentunya kita merasa fresh dan terhindar dari stres.

Untuk pemula yang baru memulai aktivitas olah raga, bersepeda pun sangat cocok, di samping pilihan lain seperti berenang atau jalan santai (joging). Porsi gerakan tubuhnya belum banyak dimaksimalkan. Artinya, kegiatan-kegiatan tadi masih dikategorikan sebagai olah raga LISS (low intensity steady state). Walau aktivitasnya masih rendah, manfaat untuk kesehatannya tidak jauh beda dibandingkan dengan olah raga high intensity interval training (HIIT).

Bersepeda, berenang, dan joging dianjurkan bagi anak muda karena intensitasnya tidak terlalu tinggi. Pelakunya bisa melakukan aktivitas tersebut dengan kisaran selama 20-45 menit. Manfaat utamanya membakar lemak dan cocok bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Jika dilakukan secara benar, jenis olah raga ini mampu mencegah obesitas dan menangkal diabetes.

Lantas setelah era bersepeda, kescenderungan masyarakat beralih ke olah raga lari. Sebagian masyarakat yang menggemari jenis olah raga HIIT, menjatuhkan pilihan kepada zumba dan pilates. Pada dasarnya, baik lari, zumba, dan pilates berfungsi membakar lemak. Namun karena intensitasnya dilakukan secara tinggi, ketiganya bisa dilakukan dalam waktu singkat. Jika proses pembakaran lemak dalam olah raga LISS membutuhkan waktu sampai 45 menit, proses yang sama cukup 10 menit dalam aktivitas HIIT.

Penggemar olah raga HIIT pun tidak melulu mendapatkan manfaat pembakaran lemak. Seusai lari, zumba, dan pilates, otomatis mendapatkan kebugaran jantung serta pembuluh darah. Tidak heran, jika olah raga HIIT sedang ngetren. Tiap penyelenggaraan selalu menyedot banyak peserta. Di sisi lain, mereka yang sudah terbiasa dengan olah raga lari, justru memburu di mana pun ada lomba lari, termasuk harus ke luar negeri dengan alasan mendapat pengalaman yang berbeda.

Dengan kenyataan seperti itu, ada pergeseran pada aktivitas lari. Penggemar lari, bukan sekadar mendapatkan fungsi kesehatan, tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup. Ada prestise yang didapat dengan rajin mengikuti kegiatan lomba lari. Apalagi makin banyak figur publik atau selebriti yang menggemari lari. Hal itu ada baiknya karena bisa menjadi promosi yang mengena untuk hidup sehat.

Namun, yang perlu diingat, ada beberapa pertimbangan yang harus dijalani sebelum Anda menentukan olah raga mana yang cocok. Target apa yang Anda harapkan. Jika tujuannya hanya untuk membakar lemak, jenis olah raga LISS dianggap paling cocok sebab olah raga ini mengutamakan pengurangan lemak dalam tubuh. Semakin lama durasi latihan, semakin banyak lemak yang dibakar.

Bila Anda mencari olah raga kardio yang bisa membantu mengurangi risiko terserang diabetes dan penyakit jantung, olah raga HIT adalah jawabannya. Sebab olah raga ini memberi manfaat bagi kesehatan jantung dan penurunan berat badan. Cuma, jenis olah raga ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang sudah terbiasa berolah raga. Jika Anda termasuk pemula atau jarang melakukan olah raga, risiko cedera yang terjadi akan lebih besar. Jadi mari berolah raga secara benar.

Share this article / Bagikan Artikel Ini! :