Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Five Feet Apart, Cinta Berjarak 1,8 Meter

CahayaPerdana.com - Bagi Stella Grant (Haley Lu Richardson) kehilangan adalah hal biasa di hidupnya. Selama 17 tahun, dia telah kehilangan hidup normalnya sejak kecil. Pasalnya, dia divonis mengidap cystic fibrosis (CF) atau kelainan fungsi pada paru-paru.

sehari-hari, Stella hidup dengan beraneka macam obat dan harus sigap membawa tabung oksigen. Fungsi paru-paru Stella hanya 50% dan dia sedang menunggu donor yang cocok untuknya.

Selain kehilangan hidup normal, Stella juga harus kehilangan kakak perempuannya, Abby (Sophia Bernard). Abby meninggal saat melakoni hobi ekstremnya. Stella menyesal karena saat Abby sekarat, dia tak berada di samping kakaknya. Alasannya tentu karena Stella harus menjalani perawatan.

Yang membuat Stella semakin sedih adalah, dia harus kehilangan keharmonisan orangtuanya. Sejak Abby meninggal dunia dan Stella menjalani hari-hari di rumah sakit, ibu dan ayahnya memutuskan untuk berpisah. Namun, perpisahan ini tak mengurangi kasih sayang mereka kepada Stella.

Dengan rentetan kisah yang melatarbelakangi Stella, ada banyak alasan untuk Stella bersedih. Akan tetapi, dia tak mau memperlihatkan kesedihan tersebut. Lewat kanal Youtube, Stella justru berbagi cerita tentang hidupnya, termasuk proses pengobatan dan kehidupan di rumah sakit. Semua itu dia sajikan ringan dan penuh tawa. 

Di rumah sakit, kehidupan Stella juga berwarna dengan kehadiran sahabatnya, Poe (Moises Arias). Poe adalah sesama penderita CF. Stella dan Poe telah saling kenal sejak anak-anak saat proses pengobatan keduanya berlangsung. Ada pula suster Barbara (Kimberly Hebert Gregory) yang mengenal Stella dan Poe sejak kecil.

Suatu ketika, pertemuan Stella dan Will Newman (Cole Sprouse) mengubah hidup Stella. Sayangnya, Will juga divonis CF dengan kondisi lebih berat karena terinfeksi bakteri B, cepacia. Bakteri ini akan dengan mudah menjangkiti sesama CF dan membuat Stella bisa gagal mendapat transplantasi paru. Untuk menghindari bakteri mi, sesama pengidap CF harus menjaga jarak sejauh enam kaki atau sekitar 1,8 meter.

Bisa ditebak, Stella dan Will saling jatuh cinta. Namun, mereka tak bisa bersentuhan. Interaksi keduanya terpisah jarak yang sangat berarti untuk keduanya. Seharusnya Stella dan Will meminimalkan pertemuan mereka tetapi sebagai remaja dengan jiwa bergejolk, mereka memilih untuk bandel. Tak hanya Stella dan Will, tetapi juga Poe yang akhirnya berteman dengan Will.

Will sempat menjauhi Stella. Dia takut bakteri yang ada di tubuhnya menular kepada Stella. Namun, Stella meyakinkan Will kalau dia akan baik-baik saja. Stella sampai membawa stik biliar yang memiliki panjang 1,5 meter. Setiap berjalan bersama mereka memegang ujung stik agar tahu harus saling menjaga jarak.

Kedekatan Stella dan Will sempat membuat Suster Barbara gusar. Dia tahu, dua anak manusia ini sedang dilanda jatuh cinta. Akan tetapi, sebagai petugas medis yang mengetahui rekam jejak kesehatan Stella dan Will, Barbara mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka.

Di tengah Willlan Stella yang sedang memkmati kebersamaan, Stella terpukul saat Poe meninggal dunia. Suatu malam Poe anfal dan tidak tertolong. Kejadian ini membuat Stella sangat sedih. Setelah kepergian Poe, Stella memutuskan untuk lebih dekat dengan Will. Dia merasa tidak siap jika harus kehilangan Will.

Sampai akhirnya, Stella dan Will kabur dari rumah sakit. Tujuannya, Stella ingin melihat cahaya di puncak bukit. Di tengah perjalanan, rumah sakit mengabari Stella kalau dia mendapat donor untuk transplantasi. Stella harus segera disiapkan untuk operasi. Tak ingin kehilangan waktu bersama Will, Stella mengabaikan pesan tersebut.

Mengetahui Stella dan Will hilang, rumah sakit heboh. Bagi orangtua Stella, kesempatan untuk transplantasi telah ditunggu selama lima tahun. Mereka ingin Stella bisa menjalani hidup normal. Di puncak bukit, Stella dan Will mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya, Will harus menyentuh Stella.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Will dan Stella?

****

Film drama romantis Five Feet Apart ditulis oleh Tobias Iaconis dan Mikki Daughtry pada Januari 2019 lalu. Mulanya mereka mengajukan naskah tanpa judul kepada CBS Films. Rumah produksi itu kemudian meminta Justin Baldoni untuk memproduseri dan menyutradarai kisah film ini.

Untuk Justin, CF bukanlah sesuatu yang baru. Pasalnya, Justin pernah menjadi sutradara film dokumenter "My Last Days", yang berctrita tentang Youtuber Claire Wineland, seorang pengidap komplikasi CF. Justin membuat kisah di hari-hari terakhir Claire sebelum meninggal dunia.

Proses produksi film ini dimulai pada Mei 2018 dan selesai pada Juni 2018. Pada November 2018, Rachel Lippincott mengadaptasi kisahnya ke dalam bentuk novel dalam judul sama.

Di Indonesia, film ini mulai tayang Jumat (15/3/2018). Alur cerita yang dinamis membuat film ini menjelma menjadi film cinta remaja yang tak biasa. Isu tentang CF atau kelainan paru yang diangkat di film ini menjadi pengetahuan yang cukup baru. Sebagai film dengan latar belakang medis, sutradara Justin cukup detail menampilkan adegan di rumah sakit. Misalnya proses perawatan, operasi pasien, dan efek luka bekas operasi.

Yang menarik adalah melihat chemistry antara Stella dan Will yang diperankan sangat baik oleh Haley dan Cole. Tanpa adanya kontak fisik yang nyaris tidak ada di film ini, penonton bisa melihat kalau keduanya sedang jatuh cinta. Hal ini bisa dilihat dari tatapan, gestur, dan ekspresi yang detail.

Cerita film ini mungkin akan mengingatkan pada kisah "The Fault In Our Stars" (2014). Film ini juga bercerita tentang pasangan remaja yang jatuh cinta, tetapi karakter perempuan harus berjuang menghadapi kanker tiroid. Namun, film ini membuat lebih geregetan karena sebagai pasangan, Will dan Stella tidak bisa berdekatan dan bersentuhan.

Bagi Anda penyuka film drama romantis yang memancing banjir air mata, film ini adalah jawabannya. Bersiaplah dengan setumpuk tisu saat menyaksikan filmnya.

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.
Follow Berita/Artikel Cahaya Perdana di Google News