IBX5B7AA7B12AEAB Usaha Bimbel Daring Akan Booming - Cahaya Perdana

Iklan

Usaha Bimbel Daring Akan Booming


CahayaPerdana.com - Saat ini bimbingan belajar sudah menjelma menjadi salah satu kebutuhan di luar sekolah formal. Lembaga bimbel, baik yang dikelola lembaga profesional maupun yang dibesut perseorangan kian hari kian menjamur bahkan hingga menjangkau perdesaan.

Hal itu memang tak lepas dari tingginya standar ujian nasional (UN) dari tingkat SD hingga SMA dan syarat ujian masuk perguruan tinggi negeri. Secara konvensional, layanan bimbel memiliki permintaan yang terus bertumbuh dengan pesat.

Belakangan, bimbel dalam jaringan (daring/online) mulai bermunculan seiring dengan semakin meningkatnya pengguna internet di tanah air. Di luar negeri, bimbel daring sudah lebih dulu booming. Dengan bimbel daring, seorang siswa bisa mendapatkan pengajar terbaik di tingkat global sekalipun.

Seorang guru bimbel di Korea Selatan bernama Cha Kilyoung bisa mendapatkan penghasilan hingga 8 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 112 miliar dalam satu tahun melalui usaha bimbel daring ini. 

Saat ini sekolah daringnya sudah memiliki 300.000 orang murid. Lantas, bagaimana dengan fenomena bimbel daring di tanah air? Diprediksi bahwa bimbel daring akan menjadi fenomena baru dunia e-commerce setelah meledaknya aplikasi ojek daring, Go-jek.

Jika mengacu situasi kondisi masyarakat Indonesia, next phenomenon bisa lahir dari bimbingan belajar daring. Dari karya anak bangsa, telah hadir zenius.net yang sudah memiliki 7.000 anggota premium dan 150.000 anggota regular.

Sepanjang tahun lalu zenius.net membukukan pendapatan hingga Rp 5,8 miliar, dengan 2,7 juta modul diunggah dan 30 juta video ditonton. Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan CD/DVD, kenggotaan premium, dan paket hybrid.

Di sisi lain, aplikasi besutan luar, quipper.school.com, sudah memiliki 1,5 juta siswa dan 150.000 guru secara global, dengan tarif di Indonesia Rp 500.000/bulan. Selain itu ada ruangguru.com. Diprediksi jika bimbel konvensional tak berbenah, layanan bimbel daring hanya tinggal menunggu waktu untuk menyalip.

Fenomenanya seperti Go-jek yang telah menyalip ojek pangkalan. Dalam beberapa tahun ke depan, bimbel daring akan menjadi salah satu pilihan orangtua dalam mendukung prestasi belajar putra putri mereka.

Prediksi merebaknya e-commerce jasa tersebut  tidak terlepas dari kian memasyarakatnya layanan e-commerce di tengah masyarakat. Sebagai gambaran, mengutip data data dari Industry Head Google Indonesia, sektor e-commerce naik 96% dari sisi transaksi dan 84% dari sisi pendapatan.

Menanjaknya tren e-commerce ini tentu bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi para penyelenggara bimbel, termasuk yang digelar perseorangan sekalipun. Tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan selama berusaha.