Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pari Manta, Ikan Hantu yang Miliki Nilai Wisata Tinggi bagi Indonesia


CahayaPerdana.com - Status konservasi terhadap ikan pari manta di seluruh perairan Indonesia akhirnya dideklarasikan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 21 Februari 2014 lalu. Dengan begitu, perairan di Indonesia yang selama ini menjadi sasaran penangkapan hiu dan pari terbesar di dunia, resmi menjadi kawasan konservasi pari manta terbesar di dunia.

Selain mencegah kepunahan salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia itu, konservasi dilakukan demi kelangsungan wisata bahari di Indonesia. Pemerintah akhirnya menyadari potensi nominal yang masuk dari kedatangan wisatawan melihat ikan pari manta berenang bebas di perairan Indonesia, jauh lebih besar daripada nilai ekonomi ikan itu saat diburu atau dalam keadaan mati. Perairan Indonesia adalah satu dari sedikit tempat di dunia bagi turis dapat dengan mudah melihat dua spesies pari manta, baik dari jenis laut maupun terumbu karang.


Ikan pari manta (Manta birostris) juga memiliki banyak nama lain, seperti manta pasifik, manta atlantik, devil fish, hingga sea devil. Di Indonesia, penduduk lokal menyebutkan dengan berbagai ungkapan, seperti hiu hantu, cawang kalung, plampangan, serta pari kerbau. Rata-rata nama itu disematkan karena ukurannya yang besar, mencapai lebar tubuh tujuh meter. Bahkan, ada salah satu laporan yang mengatakan bahwa lebar tubuhnya mencapai 9,1 meter. Bobot terberat manta yang pernah diukur hingga kini mencapai tiga ton.

"Raksasa laut" yang memiliki penampilan unik ini bisa ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia, terutama Indonesia. Beberapa tahun ini, status "mendekati terancam" diberikan organisasi internasional untuk konservasi alam (IUCN) kepada spesies ini. 

Meskipun jumlahnya belum masuk kategori terancam punah, di masa depan diperkirakan populasinya akan menyusut hingga akhirnya terancam punah. Apalagi, semakin tingginya kegiatan perikanan dan kondisi laut dunia yang semakin terpolusi, tidak sebanding dengan rasio kelahiran mereka yang rendah.

Seluas 5,8 juta kilometer persegi area perairan yang mengelilingi Indonesia menjadi kawasan suaka pari manta setelah deklarasi itu. Peraturan itu terkait dengan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang sejak 28 Januari 2014 lalu melarang penangkapan dan ekspor pari manta di perairan Indonesia.

Indonesia sekarang adalah penyedia wisata pari manta terbesar kedua di dunia. Penerimaan tahunan dari industri ini mencapai 15 juta dolar AS per tahun. Kepulauan Maldiva masih meududuki peringkat utama destinasi wisata untuk melihat ikan pari manta di dunia.

Beberapa kajian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan sejumlah organisasi internasional menyebutkan dalam keadaan hidup, satu ekor pari manta bisa menyumbang penerimaan hingga 1 juta dolar AS. Potensi penerimaan yang sangat besar itu tak lepas dari besarnya minat turis membayar harga tinggi untuk bisa berenang bersama pari manta di laut lepas. Jika ditangkap atau dalam keadaan mati, ikan bersayap hanya bernilai antara 40 hingga 500 dolar AS.

Bahan Obat
Selama ini, pari manta sering kali digunakan sebagai bahan dasar bagi obat tradisional Cina, terutama untuk bagian insang. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pari manta menurun dengan drastis akibat permintaan "rakus" dari Cina yang terus meningkat.

Perburuan pari manta meningkat drastis karena sebagian orang meyakini mitos insang manta yang menyaring plankton, bisa juga menyaring racun di tubuh manusia. Gencarnya perburuan manta membuat hewan ini terancam punah karena manta hanya bereproduksi satu keturunan setiap dua atau tiga tahun.

Pemerintah Indonesia sempat terkejut dengan tingginya nilai wisata pari manta. Ini alasan yang sangat kuat. Menurut IUCN, seperti dilansir dw.com, banyak turis asing datang ke Indonesia setiap tahun untuk menyelam di sejumlah lokasi Indonesia yang dikenal sebagai perairan paling kaya keanekaragaman hayati di dunia, dengan pari manta menjadi salah satu pemandangan paling disukai para penyelam.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat di Papua, beberapa tahun lalu, juga sudah mengeluarkan peraturan yang sama untuk melindungi pari manta. Selain Indonesia, beberapa pemerintah negara lain, seperti Australia, Ekuador, Uni Eropa, Meksiko, Selandia Baru, dan Filipina juga telah mendeklarasikan peraturan serupa.

Pari manta berkembang biak di Indonesia lantaran adanya arus deras dan terumbu karang. Disamping itu, melimpahnya makhluk kecil yang jadi santapan hewan itu pun mengakibatkan spesies ini acapkali menyatroni perairan Indonesia.

Pari dikenal sebagai makhluk yang mudah bergaul, lembut, dan cerdas. Ikan ini punya otak terbesar jika dibandingkan dengan rasio badan ikan mana pun di dunia. Ikan ini tak begitu takut berhadapan dengan manusia sehingga populer di kalangan turis. Pada saat bersamaan, ikan pun rentan ditangkap. [Endah Asih/Maman Soleman/PRM 23/02/2014]

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.
Follow Berita/Artikel Cahaya Perdana di Google News