IBX5B7AA7B12AEAB Klasifikasi Galaksi Berdasarkan Bentuknya, Galaksi Black Eye Termasuk Golongan Mana? - Cahaya Perdana

Iklan

Klasifikasi Galaksi Berdasarkan Bentuknya, Galaksi Black Eye Termasuk Golongan Mana?


CahayaPerdana.com - Kita tinggal di bumi yang merupakan salah satu planet dari sistem tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Tata surya kita adalah salah satu anggota Bimasakti (Milky Way) yang memiliki "anggota" 100 miliaran bintang.

Galaksi adalah suatu kumpulan bintang-bintang, nebula (awan gas dan debu), materi antarbintang. dan matahari salah satu di antaranya.

Selain galaksi Bimasakti, masih terdapat triliunan galaksi di alam semesta ini. Dengan demikian dapat dibayangkan alam semesta tidak terkira luasnya (tidak memiliki batas) dan terus berubah. Hal itu ditunjukkan antara lain peristiwa-peristiwa matahari, bintang-bintang dan galaksi.

Berdasarkan jumlah bintang, galaksi dibagi menjadi dua yaitu galaksi kecil dengan jumlah bintang rat-san ribu bintang. Sedangkan galaksi besar dapat mencapai miliaran bintang. Berdasarkan hal itu, galaksi kita Bimasakti termasuk ke dalam galaksi besar.

Ada banyak galaksi-galaksi di alam semesta ini dengan berbagai ragam bentuknya. Klasifikasi galaksi pertama kali dibuat Edwin P. Hubble berdasarkan bentuknya ke dalam tiga kelompok, yaitu galaksi Spiral, galaksi eliptik dan galaksi tak beraturan.


Galaksi spiral

Dari galaksi yang telah ditemukan, hampir 80% bentuknya galaksi spiral (Roy, R E amd Clarke. Structure of Hie Universe, 1989). Galaksi ini memiliki struktur yang paling teratur dengan pusat, selubung bulat dan piringan dengan lengan spiral mengelilingi ekuator galaksi. Selubung dan piringan lengan spiral bergerak berputar secara teratur mengelilingi pusat dengan arah perputaran yang sama. Hal itu dapat dibayangkan seperti perputaran baling-baling pada kipas angin. Di dalam selubung, lengan dan pusat galaksi terdapat miliaran bintang-bintang. Jumlah bintang di daerah pusat galaksi lebih banyak dibandingkan pada bagian tepinya.

Bintang-bintang bergerak mengelilingi pusat. Semakin jauh dari pusat, maka kecepatannya semakin kecil pula, sesuai dengan Hukum Keppler. Galaksi spiral dibagi-bagi lagi menjadi galaksi spiral normal (S) dan galaksi spiral berpalang (SB). Spiral normal berbentuk spiral dengan lengannya seperti belalai yang menjulur dari inti yang terang.

Sementara galaksi spiral berpalang mirip dengan galaksi spiral normal, kecuali lengan-lengan spiral menjulur dari ujung-ujung sebuah struktur berbentuk palang (tongkat) yang lewat melalui intinya. Salah satu contoh galaksi spiral adalah galaksi Bimasakti. 

Galaksi elliptik

Bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan galaksi spiral, karena hanya terdiri atas pusat dan selubung pipih. Kerapatan bintang lebih tinggi di pusat dibandingkan bagian tepinya. 

Galaksi tak beraturan

Bentuknya tidak memiliki bentuk tertentu. Bentuknya lebih merupakan onggokan bintang dengan batas yang kurang jelas, contohnya galaksi Awan Magelan Kecil dan Besar yang merupakan tetangga dari galaksi Bimasakti. 

Mata Hitam

Pada tahun 1781, Charles Messier, astronom asal Prancis, melakukan survei pemotretan terhadap galaksi dan nebula. Diantara galaksi-galaksi yang telah ditemukan oleh Charles Messier, ada satu galaksi yang memiliki sifat yang aneh yaitu memiliki cincin kabut (selubung dan lengan-lengannya) berwarna gelap. Cicin kabut gelap itu mengelilingi intinya yang terang benderang. Karena tampak seperti mata manusia, Messier menamai galaksi tersebut Black Eye (Si Mata Hitam) atau Evil Eye (Mata Kejahatan).

Berdasarkan katalog Messier, galaksi tadi diberi nomor/nama M 64. Klasifikasi galaksi M 64 sama halnya dengan galaksi Bimasakti, yaitu termasuk galaksi spiral dengan tipe SB. Maksudnya galaksi spiral normal berbentuk spiral dengan lengannya seperti belalai yang menjulur dari inti yang terang. Intinya lebih kecil dari lengan-lengan spiral yang lebih terbuka. Semua bintang pada galaksi Black Eye ini tampak mengelilingi intinya pada arah yang sama dengan perputaran jarum jam.

Keanehan galaksi “Mata Hitam” menurut Messier yaitu warna dari selubung dan lengannya berwarna gelap tampak seperti cincin kabut yang mengelilingi inti/pusat yang terang. Karena jaraknya yang jauh dari bumi dan keterbatasan teknologi pada saat itu, Messier belum bisa memeroleh informasi lebih jauh mengenai keadaan di galaksi tersebut.

Kita juga dapat melihat galaksi "Mata Hitam" dengan menggunakan teropong kecil. Galaksi ini berada di belahan Utara meridian. Tepatnya di sebelah Utara gugusan bintang Coma Berenices. M 64 mempunyai ukuran kecerlangan sekira 8,1- 8,8 magnitudo. Magnitudo adalah ukuran kecerlangan yang biasa digunakan astronom. Bintang-bintang dengan magnitudo 1 adalah bintang-bintang yang paling terang. Bintang-bintang paling redup yang masih bisa dilihat dengan mata telanjang memiliki angka magnitudo 6. Jadi jika magnitudo suatu objek lebih dari 6, objek itu baru bisa dilihat dengan teropong bintang.

Selain itu, M 64 menunjukkan pergerakan menjauhi bumi dengan kecepatan 352 km/detik. Jarak galaksi "Mata Hitam" dari bumi sekira 17 juta tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9,4605 x 10 pangkat 12 km).

Berlawanan arah

Dengan perkembangan teknologi dan observasi mutakhir yang dilakukan teropong ruang angkasa Hubble, baru-baru ini telah mengungkap rahasia dari galaksi "Mata Hitam" atau "Si Mata Kejahatan" tersebut. Penemuan baru dari galaksi M 64 adalah adanya penampakan yang unik dan pergerakan bintang yang aneh.

Pengamatan terbaru dengan menggunakan teropong Hubble memperlihatkan kabut gas dalam galaksi M 64 yang berada di dekat inti bergerak satu arah, tapi kabut gas yang berada di bagian luar bergerak ke arah berlawanan dengan bintang yang berada di dekat inti. Lalu ada bintang-bintang baru yang terbentuk di daerah perbatasan antara dua bagian yang berputar berlawanan tadi. Bintang-bintang di wilayah tersebut terlihat seolah-olah mendapat tekanan dari dalam dan luar.

Selain itu ada bintang-bintang muda yang baru terbentuk berwarna biru dan sangat panas (biru adalah warna dengan energi kalor terbesar, red.). Di sekitar bintang-bintang baru tersebut tampak kabut-kabut gas hidrogen bercahaya berwarna merah jambu yang berpendar, ketika tertimpa sinar ultraviolet dari bintang-bintang muda tersebut.

Dari hasil penemuan tersebut, rahasia dari galaksi "Mata Hitam" terkuak dan ternyata informasi yang diperoleh sebelumnya menjadi gugur. Messier semula menganggap galaksi Black Eye memiliki selubung dan lengan yang bergerak berputar mengelilingi inti dengan arah yang sama, yaitu searah perputaran jarum jam. Kenyataannya, kabut gas yang terdapat di bagian luar/terjauh dari inti bergerak pada arah yang berlawanan dengan kabut gas yang berada di dekat inti.

Para astronom menduga anomali atau ketidaklaziman tersebut akibat galaksi Black Eye dahulu pernah "mengisap" satelit galaksi (galaksi kecil) di dekatnya, sehingga terjadi tabrakan antargalaksi. Peristiwa ini diduga terjadi lebih dari miliaran tahun yang lalu.

Alasan ini diperkuat dengan dasar teori alam semesta, tabrakan antar galaksi lebih sering/banyak dibanding dengan tabrakan antar bintang. Diduga arah datangnya satelit galaksi (galaksi kecil) ketika bertabrakan berlawanan arah dengan pergerakan selubung dan lengan dari galaksi Black Eye yang bergerak berputar searah jarum jam. Satelit galaksi tersebut menabrak kabut gas yang berada di luar/jauh dari inti galaksi M 64, sehingga bagian gas atau kabut gas yang berada di luar/jauh dari inti galaksi M 64 tersebut berputar dalam arah berlawanan dengan arah semula (searah dengan asal datangnya galaksi kecil). Akibatnya seperti yang tampak pada pergerakan-nya sekarang ini.

Kini galaksi kecil tersebut hampir seluruhnya lebur ke dalam M 64. Bintang-bintangnya sebagian bergabung dengan galaksi yang lebih besar dan sebagian lagi terpencar ke ruang antargalaksi yang maha luas. Walaupun begitu jejak-jejak atau efek dari tabrakan tersebut masih tampak sekarang yaitu dalam gerakannya yang melawan arus di tepian galaksi "Mata Hitam". [Sumber: Winny Liliawati]